Jokowi harapkan Twitter sebarkan pesan perdamaian

Presiden Jokowi mengharapkan kontribusi Twitter untuk menyebarkan pesan toleransi dan perdamaian dunia. Hal itu, ia kemukakan melalui kicauan di akun pribadinya.

"Saya mengajak @Twitter ikut sebarkan pesan toleransi dan perdamaian dunia -Jkw," kicau Jokowi manakala mengunjungi Kantor Twitter di San Fransisco, Rabu (17/2).

Dalam pertemuan dengan Jack Dorsey, CEO Twitter, Presiden Jokowi juga melihat peran penting Twitter dalam demokrasi digital.

"Saya sambut baik peran Twitter sebagai salah satu platform media penting dunia yang menyebarkan berbagai nilai positif bagi masyarakat seperti nilai demokrasi dan good governance," katanya.

Pada kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan harapan agar Twitter dapat meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan. Seperti disaster response dan menguatkan penyebaran pesan toleransi, moderasi, dan perdamaian.

Pada KTT ASEAN-AS di Sunnylands, Presiden telah menyampaikan gagasannya untuk memanfaatkan media sosial dalam menghadapi ekstremis dan teroris. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa penyebaran paham ekstremis dan ajakan bergabung dengan FTF banyak dilakukan melalui media sosial.

Oleh karena itu, kita harus bekerjasama dengan media sosial dalam menyebarkan perdamaian dan toleransi sebagai counter narasi," terangnya.

Hal ini selanjutnya disampaikan lagi Presiden saat berkunjung ke Silicon Valley. Dengan mengusung tema Indonesia Digital Initiative: Empowering Leaders of Peace, ajakan ini juga disampaikan lagi kepada CEO twitter di San Fransisco.


Balon Google terbang di Indonesia, operator ingin cepat bahas tarif

Proyek balon udara Google atau Loon Project, ternyata telah mengudara di langit Indonesia untuk uji coba teknis sejak Januari tahun ini. Informasi tersebut disampaikan Alexander Rusli, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo, saat perkenalan layanan GIG di kantornya, Kamis (18/2).

Menurut Alexander, balon udara yang digunakan untuk akses telekomunikasi seluler atau Mobile internet ini akan mengudara di langit Indonesia hingga Agustus 2016. Sejak Januari lalu, sebenarnya balon udara Google sudah mengudara di langit Indonesia untuk keperluan uji coba teknis.



"Kami belum bisa ungkap sejauh mana kecepatan balon Google. Nanti akan ada evaluasi setelah selesai," kata Alex.

Setelah uji coba teknis rampung, operator dengan 70 juta pelanggan ini segera melakukan diskusi dengan pihak Google untuk membahas soal komersialisasinya.

"Kami maunya ada commercial discussion. Bagi kami yang penting (dibahas) adalah area yang dijangkau balon dan tarifnya. Kami ingin Loon ini nanti menjangkau area-area yang tak ada coverage Indosat," ucap dia.

Selain Indosat Ooredoo, Google juga menggandeng operator seluler lain di Indonesia sebagai mitra uji coba teknis balon Google di Indonesia. Seperti operator Telkomsel dan XL Axiata.